Belanda — Forum intelektual diaspora Nahdlatul Ulama di Eropa kembali menghadirkan diskusi keilmuan dalam rangkaian Ramadhan Intellectual Series #6 yang diselenggarakan oleh PCI NU Belanda. Kegiatan ini mengangkat tema “Dinamika Perkembangan Filsafat Hukum, Teknologi Digital dan Impactpreneurs” dengan menyoroti pentingnya penguatan ekosistem pelindungan data pribadi bagi warga NU di era transformasi digital. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Awaludin Marwan, S.H., M.H., M.A., Founder PRIVASIMU sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta, yang juga alumni pengurus PCI NU Belanda sebagai narasumber utama. Diskusi akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Ahad, 8 Maret 2026 pukul 20.00–21.30 WIB (14.00–15.30 CET).
Dalam paparannya, Dr. Awaludin Marwan akan membahas perkembangan filsafat hukum dalam merespons kemajuan teknologi digital, termasuk tantangan yang muncul terkait tata kelola data, kecerdasan buatan, dan ekonomi digital. Materi yang disampaikan juga menyoroti perubahan paradigma hukum dari pendekatan tradisional menuju tata kelola berbasis algoritma dan teknologi digital. Diskusi ini juga mengangkat pentingnya penguatan ekosistem pelindungan data pribadi bagi masyarakat, termasuk warga Nahdlatul Ulama di berbagai belahan dunia. Seiring meningkatnya aktivitas digital, kesadaran terhadap keamanan data, privasi, dan tata kelola informasi menjadi kebutuhan mendesak. Pendekatan hukum dan teknologi perlu berjalan beriringan agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus terlindungi dari risiko penyalahgunaan data, ujar Awaludin.
Selain itu, Awaludin juga menyinggung konsep impactpreneurs, yaitu model kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat. Konsep ini dinilai relevan dalam membangun ekosistem digital yang beretika, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui Ramadhan Intellectual Series, PCI NU Belanda berharap dapat menghadirkan ruang diskusi intelektual yang mempertemukan gagasan keislaman, ilmu pengetahuan, dan perkembangan teknologi global. Forum ini juga menjadi sarana untuk memperkuat literasi digital, kesadaran hukum, serta kolaborasi antarwarga NU di diaspora.